greeting

SELAMAT DATANG | WELCOME

Sabtu, 15 September 2012

CERPEN REMBULAN DI DASAR KOLAM

Satu lagi nih cerpen yang agak bingung mbacanya, judulnya REMBULAN DI DASAR KOLAM karyanya abang Danarto. Maaf ya pak Danarto, karyanya saya publikasikan lewat internet. :)Ini cuplikan cerpennya....


REMBULAN DI DASAR KOLAM
Danarto
“KAMU MEMATA-MATAI SAYA.” TERDENGAR BENTAKAN AYAH. Suara kemarahan itu merangkum seisi kamar tidur. Saya melihat seperti cermin dan peralatan kecantikan, vas dengan bunga gloxynia, dan gelas air putih yang disediakan sejak tadi malam hari, ikut memaklumi sambil mengantarkan kesenyapan. Adakah yang lebih baik dari kesenyapan bagi suara Ayah yang sering kali saya bayangkan menggetarkan kelambu itu.
Ibu, ya suara ibu, saya menunggu suara Ibu. Saya yang kebetulan melewati kamar tidur itu, mendengar suara Ayah lalu bersijingkat merapatkan tubuh ke pintu untuk bisa sebanyak dan sejelas mungkin menangkap suara-suara. Sesaat saya tunggu suara Ibu, tak juga suara itu terdengar. Tak juga desahan pun. Hanya geseran sepatu Ayah pada lantai yang menapak mendekati jendela. Lalu terdengar gemerisik kertas perak bungkus rokok yang dibuka. Getaran gas bergetar dan bunyi gemeretak rokok kretek yang disedot.
Pada puncak kemarahan Ayah, pada puncak keterdesakan Ibu, hanya kesenyapan yang bisa menerima semuanya itu dengan sebaik-baiknya. Ibu yang hanya berpihak pada kesenyapan, agaknya tak pernah terlintas untuk memberikan alasan apa walau sejumput. Hingga anak-anaknya merasakan tiap kesenyapan itu datang, mereka melihat Ibunya sendiri. Ibu hanya mau menyelam ke dalam dadanya untuk mendengar suaranya sendiri, yang kemudian dilahirkannya kembali sebagai perimbangan. Hanya dengan perimbangan itu agaknya wajah keluarga kami bisa diselamatkan.


Teman-Teman yang mau download silahkan klik di SINI ..

Terima kasih Visiting-nya :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar