greeting

SELAMAT DATANG | WELCOME

Sabtu, 22 September 2012

(+Tambahan) PENDEKATAN APRESIASI PROSA DAN PUISI

Ini nih ceman-ceman tambahan mengenai PENDEKATAN ANALISIS CERPEN.
Pada umumnya, pendekatan itu kan dilakukan oleh apresiator untuk mengulas sebuah karya sastra. Ternyata selain itu ada juga pendekatan yang dilakukan oleh para pembaca karya sastra, iya siiihh teori ini bisa di aplikasikan dalam pembuatan apresiasi prosa fiksi. sebelumnya udah tau kan apa itu prosa fiksii? kalau belum tau buruan tanya gihh.. :))


Pendekatan apresiasi yang digunakan pembaca pada waktu mengapresiasi sastra lebih banyak ditentukan oleh:
1) Tujuan dan apa yang akan diapresiasi lewat teks sastera yang dibacanya,
2) Kelangsungan apresiasi itu terproses lewat kegiatan bagaimana, dan
3) Landasan teori yang digunakan dalam kegiatan apresiasi.

Bertolak dari tujuan dan apa yang akan diapresiasi, dapat digunakan beberapa pendekatan, yakni:

  1. Pendekatan parafrastis,
  2. Pendekatan emotif,
  3. Pendekatan analitis,
  4. Pendekatan historis,
  5. Pendekatan sosiopsikologis, dan
  6. Pendekatan didaktis.
Pendekatan parafratis adalah strategi pemahaman kandungan karya sastera dengan jalan mengungkapkan kembali gagasan yang dismpaikan pengarang dengan menggunakan kata-kata maupun kalimat yang berbeda digunakan pengarangnya.

Pendekatan emotif dalam mengapresiasi sastera adalah suatu pendekatan yang berusaha menemukan unsure-unsur yang merangsang emosi atau perasaan pembaca. Rangsangan emosi itu dapat berupa keindahan bentuk maupun emosi yang berhubungan dengan isi gagasan, alur, atau penokohan.

Pendekatan analitis adalah pendekatan yang berusaha memahami gagasan, cara pengarang menampilkan gagasan dan mengimajinasikan ide-idenya, sikap pengarang, elemen intringsik dan mekanisme hubungan dari setiap elemen instringsik itu sehingga mampu membangunn adanya keselarasan dan kesatuan dalam membangun totalitas bentuk dan totalitas makna.

Pendekatan historis adalah pendekatan yang menekankan pada pemahaman tentang biography pengarang, latar belakang, peristiwa kesejarahan yang melatarbelakangi masa-masa terwujudnya karya sastera yang dibaca, serta tentang bagaimana perkembangan kehidupan penciptaan maupun kehidupan sastera sendiri pada umumnya dari zaman ke zaman.

Pendekatan sosiopsikologis adalah pendekatan yang berusaha memahami latar belakang kehidupan social budaya, kehidupan masyarakat, maupun tanggapan kejiwaan atau sikap pengarang terhadap lingkungan kehidupannya atau zamannya pada saat cipta sastera diwujudkan.

Pendekatan didaktis adalah pendekatan yang berusahaa menemukan dan memahami gagasan, tanggapan evaluative maupun sikap pengarang terhadaap kehidupan. Gagasan, tanggapan maupun sikap itu akan mampu terwujud dalam suatu pandangan etis, filosofis, maupun agamis sehingga akan mengandung nilai-nilai moral yang mampu memperkaya kehidupan rohaniah pembaca.

Jadi ternyata pendekatan yang digunalan presiator itu buanyak buanget. Karya sastra bisa di apresiasi dari sudut pandang beragam.

TERIMA KASIH atas kunjungan ceman-ceman.
SEMOGA BERMANFAAT :)
DAFTAR RUJUKAN
Tanpa nama. 2010. Pendekatan dalam Apresiasi Prosa dan Puisi, (Online), (http://www.apresiasiprosa.blogspot.com.html), diakses 22 September 2012.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar